"A-Adit! Apa-apaan sih kalian ini?!" Wanita gemuk itu menjerit dengan suara semirip lengkingan knalpot bajaj.
"Sa-saya mau ke toilet!"
Robby sudah mengambil jurus langkah seribu begitu Mami melototkan mata sebesar ikan maskoki. Dia terbang segesit walet. Aditya nyaris kelengar. Gagal menyembunyikan botol miras. Prahara tidak dapat dielakkan!
Saya menepuk dahi. Dan mengaduh dalam hati. Kesal. Anak itu selalu bikin ulah. Kali ini Mami pasti akan mengeluarkan petuah-petuah bijaknya yang sepanjang tujuh halaman folio ketik dua spasi. Seperti syarat penulisan cerpen pada sebuah majalah remaja. Tentu saja. Sebagai orang yang dituakan - dalam rombongan tur, Mami merupakan peserta dengan usia terlanjut - dia ingin menunjukkan eksistensi sebagai pemimpin yang baik. (Mami adalah ibu dari Viona Rosalina. Satu-satunya siswi yang memboyong ibunya ke acara tur perpisahan kelas kami).
Hah, cengeng banget memang.
Tapi kalau tidak begitu, katanya sih doi tidak diperbolehkan ikut.
So, jadilah sang idola itu membawa bodyguard!
Mami merampas botol yang disembunyikan Aditya di belakang punggungnya.
"Itu wiski, Mami," saya menjawab menyergah amarahnya yang sudah mengubun.
"Astaga!" Mami mendesis, menolehkan kepalanya ke arah saya.
"Udara dingin sekali, anak-anak cuma ingin menghangatkan badan dengan wiski itu, Mami."
"Tapi itu bukan alasan untuk bermabuk-mabukan?!"
"Maaf, Mami. Tentu saja bukan untuk bermabuk-mabukan...."
"Adit!" Wanita berwajah bundar itu kembali mengarahkan pandangannya yang tajam ke arah Aditya yang masih kemekmek seperti patung orang setengah kelar. "Kamu yang beli, ya?"
"Maaf. Saya yang membelinya, Mami."
Mami mengibaskan tangannya. Diputarnya tumit dengan pelepah bibir separuh mencibir. Bersungut-sungut seperti kebiasaannya. Dia masuk ke kamar loteng tanpa bilang apa-apa lagi. Memarahi kami dengan diam sampai dua kali dua puluh empat jam seperti biasa!
Mami tidak melanjutkan amarah konservatifnya.
Setelah saya berkorban mengambil alih tanggung jawab, sontak dia memafhumi keadaan yang tidak mengenakkan itu.
Dia tahu saya pasti melindungi anak-anak!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar