2010-02-28



video sangar : anda ingin melihat video sangar? berikut ini saya siapkan video yang menurut saya "sangar".

ku katakan dengan indah


"ku katakan dengan indah"

ku katakan dengan indah dengan terluka hatiku hampa, sepertinya luka, menghampirinya semua berbeda mungkinku salah mengartikannya, yang kurasa cinta.

tetapi hatiku selalu meninggikanmu, terlalu meninggikanmu........! "kau hancurkan aku, hancur lagi, kau hancurkan hatiku tuk melihatmu....."

1. Dracula (Bram Stoker)

Saya selalu percaya, lebih dari sekadar novel gothic, Dracula sesungguhnya novel cinta. Cinta macam apa? Hmm … pertama-tama, tokoh utama novel ini kalau bisa disebut adalah Jonathan Harker, seorang pengacara yang membantu Count Dracula membeli properti di London; serta tunangan Harker, seorang perempuan cantik (dan modern untuk ukuran zamannya) bernama Mina (atau Wilhelmina Murray). Bayangkan saja lah, jika hubungan cinta sepasang kekasih, diganggu oleh makhluk bernama vampir! Jika cinta hanya dihalangi oleh bapak yang galak, atau pesaing yang tanggung, atau status sosial yang menganga … ah, basi, banyak cara mengatasinya. Tapi berurusan dengan setan vampir? Ah, inilah yang bagi saya selalu membuat cinta dalam novel Dracula terkesan rawan. Dan cinta yang rawan sangat menyebalkan. Nomor satu!

2. Pan (Knut Hamsun)

Judul novel ini diambil dari nama Dewa Pan, dewa gembala yang suka meniup seruling. Pan merupakan dewa yang mampu membangkitkan perasaan takut yang menggebu dalam diri makhluk hidup (ingat kata panik, berasal dari Pan-ic). Seperti itulah Knut Hamsun menggambarkan cinta. [….] Di daerah Utara yang permai, di tengah perburuan, Thomas Glahn jatuh cinta kepada Edvarda, anak seorang tuan tanah. Edvarda digambarkan sebagai gadis “liar”, dan tampaknya senang mempermainkan perasaan lelaki. Di sisi lain, Glahn berhubungan dengan gadis desa sederhana bernama Eva. Eva mencintainya dengan setulus hati, penuh kemesraan, bahkan memberikan segalanya kepada Glahn; tapi Glahn terus memburu Edvarda yang tak menghiraukannya. […] Benar Knut, kadang-kadang cinta lebih menggebu kepada sesuatu yang tak bisa dimiliki; dan lupa kepada kemesraan yang sebenarnya begitu dekat (pfuih). Thomas Glahn merupakan pecinta paling menjengkelkan nomor dua!

3. Love in the Time of Cholera (Gabriel Garcia Marquez)

Siapa lagi yang mesti disebut sebagai pecinta paling menyebalkan nomor tiga, selain Florentina Ariza. Di novel ini, si petugas telegraf (yang kemudian jadi juragan angkutan kapal sungai), jatuh cinta kepada seorang gadis bernama Fermina Daza. Namun ternyata ayah Fermina memiliki rencana lain: demi masa depan anaknya tersebut, ia mencoba menghalangi cinta mereka, dan lebih merestui Dokter Juvenal Urbino yang berkedudukan cerah. Hehe … saya pikir Fermina Daza gadis yang realistis, dan akhirnya kawin dengan si dokter. Florentina Ariza jatuh sakit. Ia berjanji akan menunggu cintanya tersebut dan menjaga keperjakaannya sampai mereka dipersatukan kembali. Ariza menepati janjinya yang pertama, tapi tidak yang kedua (lebih dari 622 perempuan ditidurinya untuk mengobati rasa sakit tersebut). Akhirnya, setelah lima puluh tiga tahun, tujuh bulan dan sebelas hari penantian, Florentino Ariza memeroleh cinta Fermina Daza. Saat itu mereka sudah kakek-nenek bangkotan. Benar-benar menyebalkan.


Runa....
Hari ini gerimis turun lagi. Dan seperti biasanya, aku hanya bisa menikmatinya sendirian. Tanpamu! Padahal betapa inginnya aku bersamamu. Bercanda dalam gerimis, tanpa peduli berpasang-pasang mata menatap kita dengan wajah tersenyum. Tanpa peduli baju basah karenanya. Tanpa peduli, bila esok harinya kita demam dan menyibukkan Mama dengan kemanjaan kita. Aku rindu semuanya itu, Runa. Apakah kau juga?
Kadang kala, perasaan seperti itu menyergapku. Keinginan bertemu denganmu selalu saja menyesakkan dada. Aku selalu berpikir, betapa senangnya jika kau ada bersamaku. Mengisi hari-hari kita berdua. Sepertu dulu!
Runa sayang....
Kenangan bersamamu adalah saat terindah dalam hidupku. Saat di mana aku bisa menikmati semua perasaanku. Tanpa harus pura-pura menyembunyikan perasaan kita yang sebenarnya! Tertawa bahagia, sedih, terluka, menangis atau kecewa sekalipun, selalu kita lewati dan rasakan berdua. Percayakah kau Run, jika kukatakan, bersamamu tak pernah sekalipun, aku merasa sepi dan sendiri. Aku bisa melewati semua cobaan karena kau. Karena kau selalu ada di sampingku. Tapi kini...?
Andai saja bisa kuberikan hidup dan kekuatanku, agar kau sembuh dan tersenyum lagi. Agar bisa kulihat, kau tidak hanya terbaring di ranjang dan menahan sakit setiap hari. Agar bisa kita wujudkan impian kita, mengelilingi dunia. Kau ingat?
Runa sayang....
Gunther pernah bilang; puncak gunung yang tertutup oleh salju tebal, akan terlihat sangat indah, jika kita melihatnya dari atas bukit. Tapi bagiku, semua itu sama saja, Run. Seindah apa pun tempat yang kudatangi, jika kau tak ada... bagiku, tak ada gunanya, Run.
Aku masih ingat, dulu kau pernah bilang: Sisil, aku ingin sekali, suatu saat bisa pergi ke Jerman. Melihat dari dekat Gerbang Kemenangan dan Puri Nymphenburg. Ah, aku baru ingat, itu kata-katamu sebelum kau sakit, kan? Semuanya masih sangat jelas bermain-main di kepalaku. Membuatku selalu saja menangis jika mengingatnya.
Runa....
Gerimis belum juga berhenti. Semakin mengingatkanku tentangmu. Juga tatapan cemas Mama melihat kita berdua basah kuyup dengan bibir membeku kedinginan. Tatapan jengkel Mama melihat kita hanya tertawa menanggapi kecemasannya. Atau juga tatapan Papa, yang selalu tersenyum membela kita, setiap kali kita berbuat kenakalan.
Runa....
Bagaimana semuanya di sana? Sehat-sehat, kan? Bagaimana denganmu? Apa kata dokter?
Setiap kali menyebut kata dokter, aku selalu takut membayangkan, bagaimana kau berjuang melawan penyakitmu. Juga Mama. Mama yang sekarang ini pasti sedang cemas menunggu hasil operasi kemoterapimu. Dan aku?
Maafkan aku, Run! Aku seharusnya berada di sisi Mama. Memberikan dia kekuatan, berjuang bersamamu. Tetapi ketakutanku itu selalu saja menyerangku. Hingga kemudian, di sinilah aku sekarang. Mewujudkan impianmu, Run. Melihat apa pun, yang saat ini ingin sekali kau lihat.

Saya baru saja mengedipkan mata ke arah Aditya ketika Mami sudah berdiri di belakang kami dengan muka butek. Terlambat. Anak itu memang lamban selambat kura-kura. Slow motion-nya bikin celaka. Dia lebih gemulai ketimbang balerina.
"A-Adit! Apa-apaan sih kalian ini?!" Wanita gemuk itu menjerit dengan suara semirip lengkingan knalpot bajaj.
"Sa-saya mau ke toilet!"
Robby sudah mengambil jurus langkah seribu begitu Mami melototkan mata sebesar ikan maskoki. Dia terbang segesit walet. Aditya nyaris kelengar. Gagal menyembunyikan botol miras. Prahara tidak dapat dielakkan!
Saya menepuk dahi. Dan mengaduh dalam hati. Kesal. Anak itu selalu bikin ulah. Kali ini Mami pasti akan mengeluarkan petuah-petuah bijaknya yang sepanjang tujuh halaman folio ketik dua spasi. Seperti syarat penulisan cerpen pada sebuah majalah remaja. Tentu saja. Sebagai orang yang dituakan - dalam rombongan tur, Mami merupakan peserta dengan usia terlanjut - dia ingin menunjukkan eksistensi sebagai pemimpin yang baik. (Mami adalah ibu dari Viona Rosalina. Satu-satunya siswi yang memboyong ibunya ke acara tur perpisahan kelas kami).
Hah, cengeng banget memang.
Tapi kalau tidak begitu, katanya sih doi tidak diperbolehkan ikut.
So, jadilah sang idola itu membawa bodyguard!
Mami merampas botol yang disembunyikan Aditya di belakang punggungnya.
"Apa itu?!" tanyanya gusar.
"Itu wiski, Mami," saya menjawab menyergah amarahnya yang sudah mengubun.
"Astaga!" Mami mendesis, menolehkan kepalanya ke arah saya.
"Udara dingin sekali, anak-anak cuma ingin menghangatkan badan dengan wiski itu, Mami."
"Tapi itu bukan alasan untuk bermabuk-mabukan?!"
"Maaf, Mami. Tentu saja bukan untuk bermabuk-mabukan...."
"Adit!" Wanita berwajah bundar itu kembali mengarahkan pandangannya yang tajam ke arah Aditya yang masih kemekmek seperti patung orang setengah kelar. "Kamu yang beli, ya?"
"Maaf. Saya yang membelinya, Mami."
Mami mengibaskan tangannya. Diputarnya tumit dengan pelepah bibir separuh mencibir. Bersungut-sungut seperti kebiasaannya. Dia masuk ke kamar loteng tanpa bilang apa-apa lagi. Memarahi kami dengan diam sampai dua kali dua puluh empat jam seperti biasa!
Mami tidak melanjutkan amarah konservatifnya.
Setelah saya berkorban mengambil alih tanggung jawab, sontak dia memafhumi keadaan yang tidak mengenakkan itu.
Dia tahu saya pasti melindungi anak-anak!


"
pertarungan antara naruto vs pein"

dalam cerita naruto akn menghadapi lawan yang sangat berat, yaitu naruto akan menghadapi pimpinan atkasuki pein. mungkin anda belum pernah melihat pertarungannya, oleh karena itu saya sediakan cuplikan pertarungannya.


funny video: berikut ini ada video lucu untuk anda


video lucu: berikut ini merupakan video lucu(funny video).






#NARUTO SASUKE DAN SAKURA#

menurut cerita "naruto" & kawan** maenjadi anggota atkasuki. Tapi cerita tersebut masih kontroversi, apakah naruto & kawan**nya menjadi anggota atkasuki?

sungguh misterius ceritanya, dari pada penasaran lebih baik anda melihat sendiri kelanjutan ceritanya hanya di "global tv" setiap hari jam 18.00 wib.

"JANAGAN LUPA YOUW"









Senin, 22 Februari 2010














"smk/ma tanada"

suatu lembaga pandidikan yang berbasis islami. smk tanada juga menjunjung tinggi rasa kekeluargaan, kesederhanan, dan kebersamaan. salah satu contoh yaitu dengan melihat foto** diatas